|
Kehidupan sosial berkendara di jalan menjadi polemik yang tidak kunjung selesai, dari kemacetan yang ternyata menghamburkan uang senilai sekitar 62 Triliyun rupiah pertahun, salah satu contohnya penghamburan energi gas buang, lalu kecelakaan yang berefek panjang kepada korban, contohnya adalah ketika kecelakaan mampu menghambat kehidupan perekonomian satu keluarga.
Transportasi merupakan hal yang mutlak dalam kehidupan ini, perpindahan badan dari satu tempat ke tempat yang relatif jauh sering di identikan dengan penggunaan moda transportasi, seiring dengan itu, maka pertumbuhan industri otomotif pun tidak terbendung, karena banyaknya demand dan cukupnya supply.
RSA hadir untuk mencoba berbuat, walaupun sedikit, berusaha mengurangi nilai-nilai negatif yang tercipta dari dinamika sosial yang ada pada kehidupan jalan raya. Kegiatan kami lebih kepada pendalaman dalam hal-hal yang masih jarang diungkapkan kepada publik pengguna transportasi darat.
Berbagai usaha dilakukan oleh RSA termasuk mendekati instansi terkait, dan juga mendekati organisasi-organisasi yang memang belum mengarah ke perjalanan keselamatan berkendara, salah satunya adalah kontroversi RSA menggandeng MUI. Kontroversi itu sendiri terkait dengan kalimat provokasi dari press release RSA, tapi sebetulnya, esensi dari pertemuan itu adalah dalam rangka menyelamatkan anak bangsa.
Dalam kehidupan berlalu lintas, tentunya tidak luput dari peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, salah satunya adalah konsistensi dalam melayani masyarakat.
Rambu dan marka jalan yang mulai usang, butuh perhatian ekstra dari pihak terkait, hal ini terkait dengan kesemerawutan jalan yang selain diakibatkan oleh indisipliner pengguna jalan, juga ditunjang oleh rambu atau marka jalan yang rancu. Sosialisasi tentang marka ini, ada baiknya turut mendapatkan porsi dalam sosialisasi yang dilaksanakan oleh pemerintah, contoh mudah nya adalah, ketika rakyat bingung antara perbedaan Yellow Box Junction dengan Kotak Kuning bergambar sepeda motor, banyak yang mengira, bahwa kotak kuning bergambar sepeda motor adalah sama dengan fungsi yellow box junction
Rambu yang berupa lampu pemberi isyarat yang tidak lagi relevan dengan keadaan lalu lintas pada lokasi tertentu, juga sosialisasi tentang keputusan mekanisme dari rambu pemberi isyarat tersebut.
Belum lagi informasi yang RSA dapatkan bahwa, pembenahan infrastruktur rambu dan marka di jalan tidak lagi memberikan angin segar, bahwa, ketika satu rambu mengalami kerusakan dan butuh pergantian, maka dana atau biaya yang akan dikeluarkan harus menunggu APBD atau APBN tahun depan, dan kerusakan menjadi hiasan lembaran dalam data inventarisir selama satu tahun.
Keselamatan bahkan nyawa dari pengguna angkutan umum seringkali digadaikan dengan kelalaian dari petugas KIR, kenakalan yang dibuat oleh oknum pengusaha atau oknum petugas menjadi biang keladi dalam hal ini. Ban yang sudah tidak layak pakai, masih bisa digunakan beroperasi dengan jarak yang sangat tidak masuk akal. Kondisi fisik kendaraan umum yang sangat memprihatinkan tapi masih bisa beroperasi secara bebas di jalan raya. Sehingga berita tentang truk patah as, atau pecah ban, yang menimbulkan korban atau efek kemacetan tidak menjadi asing di pemberitaan media.
Hal yang menjadi pendorong faktor alenia diatas adalah terjadinya miskontrol antara pihak pimpinan dengan pihak lapangan. Kami justru bukan fokus untuk mempermasalahkan oknum di lapangan, tapi lebih kepada sistem dari koordinasi internal, yang jelas saja bisa dibilang buruk. Sebuah perusahaan dengan kebocoran tertinggi biasanya terjadi akibat birokrasi perusahaan yang tidak mumpuni, sebagian besar perusahaan melakukan audit untuk perusahaannya sendiri, karena mereka sadar betul, perusahaan tersebut adalah asset bagi pemiliknya. Sama dengan instansi pemerintah, asset terutama adalah pelayanan sebuah instansi terhadap rakyatnya yang telah “dipaksa” membayar pajak untuk salah satunya menggaji para pekerja kepada negara.
Audit dalam pandangan kami cukup mudah, kami tidak menyarankan auditor proffesional resmi dari pihak ketiga, walaupun itu bisa dilakukan demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Tapi audit yang paling mudah adalah, melakukan kanalisasi langsung dengan masyarakat pengguna jalan, bukan berdasarkan laporan staff atau sebuah teori-teori yang berasal dari pemahaman belakang meja. Berdayakan masyakarat, dan tentunya untuk hal ini, butuh manusia-manusia berjiwa besar, dalam mendengarkan segala macam keluhan yang ada dari masyarakat. Kontroversi RPM Konten bisa menjadi salah satu pembelajaran, ketika masyarakat ikut berbicara, dan pihak pemerintah mengerti bahwa kebijakan tidak bisa diambil secara sepihak, dengan hanya menjadikan rakyat sebagai legitimator bukan sebagai pertimbangan untuk menjadi keputusan.
Harapan kami, pertemuan ini tidak menjadi penguapan energi peserta dan menjadi ganjalan laci meja pejabat. Dan mampu merubah semua pandangan terhadap usaha penyelesaian carut marutnya kehidupan lalu lintas.
|